( Hope ) It's Not a Detention
Sebutir debu di sudut rumah memandang daun kering di halaman, menari di lantai tanah
Gerak gemulai nan ringan, meliuk lincah, berjumpalitan terbang, singgah sekejap di pagar rumah sebelum kembali rebah, berharap angin kembali singgah
Si debu kecil kembali mengintip, dari buram kaca jendela, terlihat burung pipit riang menjerit
Suara berdecit, beradu sengit dengan si burung emprit
Tak mau ketinggalan, seekor semut merayap bergerombol mengobrol bergelak tawa saling sapa, menyusuri celah kusen jendela kayu yang mulai kusam, busuk dan rapuh
Si debu kecil memandang semua itu dalam diam, namun riuh di kepala
Ia pernah berada di antara mereka, dalam luasnya semesta. Menari, melemparkan diri sesuka hati, sebelum kipas angin di sebuah rumah, menarik dan menghempaskannya begitu kuat di sebuah sudut ruangan. Hingga sekarang
Mungkin ini hanyalah permainan roda kehidupan. Dimana semua hal bisa saling berlawanan. Ikhlas menerima peran apapun dimana roda berhenti berputar. Toh nantipun akan bergerak dan kembali memilihkan peran
Jika masih di luar, mungkin ia akan menerima sumpah serapah dari orang yang terganggu ketika ia hinggap di matanya. Mungkin angin mendaratkannya di seonggok tahi kucing yang amat ia tak suka
Jadi berada di sebuah ruangan, terjepit di antara banyak barang sebenarnya tidak begitu nelangsa.
Mungkin ia hanya harus belajar bersyukur, jujur kepada dirinya sendiri dan memaafkan roda kehidupan yang menjerembabkannya di kondisi ini. Hingga pada akhirnya mau tidak mau harus menikmatinya sebagai sebuah panggung aktualisasi, bukan sebuah detensi. Sambil menunggu roda membawanya menjadi kupu - kupu
Sebuah penghiburan diri, daripada tidak bukan?
Maguwo, jelang musim kemarau, tapi kadang masih gerimis
Mei 2026



Komentar
Posting Komentar