Why Why Oh Why
Total ada 210 tulisan yang dipublish di blog ini.
Jika tidak salah hitung, tulisan yang sedang anda baca ini adalah tulisan ke 211. Tulisan yang berjeda 14 tahun sejak tulisan pertama, 2010 lalu di sebuah meja coklat di lantai 2 sebuah bangunan berlantai 3 di salah satu ruas jalan besar di Banjarmasin, berseberangan dengan bangunan hotel yang pernah jaya pada masanya.
Tidak banyak hal yang bisa didapat dari tulisan - tulisan di blog ini. Karena apa yang saya paparkan kebanyakan hanya cerita pribadi, catatan keseharian, kesebulanan atau kapan saja saya ingin mencatat. Segala remeh temeh kejadian yang coba saya dokumentasikan dalam tulisan.
Ini menurut saya dalam perspektif sebagai pembaca. Dalam perspektif sebagai penulis, tentu saja blog ini adalah semacam harta karun ketika saya membuka kembali tulisan demi tulisan. Seperti halnya menaiki mesin waktu yang membawa saya ke waktu dan kejadian saat itu. Sebuah perjalanan yang murah meriah namun mengasyikkan.
Tapi, saya melihat dalam beberapa waktu belakangan ini, kunjungan blog cukup naik secara signifikan. Keheranan ini makin nyata karena hampir 6 bulan saya vakum. Uneg - uneg terakhir saya pada Februari lalu. Sudah lama sekali kan.
Dan lebih herannya lagi, si visitor membaca tulisan - tulisan lama. Bahkan yang sangaaatt lama.
Ini sungguh bikin saya heran, sumpaaaahh...why why oh why
Apa sih yang menarik dari tulisan asal - asalan seperti ini? Atau karena terlalu asal - asalan dan random jadi malah menarik?
Dulu saya pernah stalk blognya Mas Iga https://igamassardi.wordpress.com/2013/09/26/influence/ yang sekarang diprivate. Tulisan apapun yang ada di satu, saya lahap habis. Seakan tidak mau melewatkan sekepingpun pandangannya tentang apapun. Seperti ingin tahu apa "isi" sosok Iga Massardi yang keren banget bermusiknya di Barasuara.
Atau seperti saat ini, channel Pak Fahruddin Faiz menjadi favorit saya sehingga hampir setiap malam menjadi penutup penghujung hari saya bersama bantal, guling dan selimut. Dibantu headset yang membuat suara teduh beliau menjadi semacam magnet bagi kelopak mata atas dan bawah. Langsung makpet, merem dan bersatu. Pantes nggak tamat - tamat dan belum ada ilmu yang didapat, la wong langsung lelap.
Nah kalau itu wajar ya, seorang manusia biasa yang kepo terhadap idolanya.
Lah kalau ini?
Apa dong namanya, please tell me

Komentar
Posting Komentar