Tentang Gulana
Kepada diam aku bertanya
Kemana perginya rintik rindu yang dulu syahdu membelenggu
Mengikat kalbu dengan segala rayu
Kepada benda pipih berlayar jernih aku berkeluh
Tentang pesan yang tak kunjung datang menyentuh
Apakah angin meniup sinyal menjauh?
Mungkin dingin pagi menyelimuti hatinya
Terik siang memayungi kepalanya
Dingin malam memeluk jiwanya
Mungkin kepada sore aku masih punya harap
Atau akukah sore itu?
Sesuatu yang indah meski sekejap
Dipuja oleh kaum senja
Dikagumi bagai permata
Untuk kemudian lenyap dalam kabut gelap
Sendiri dan sunyi berkawan rayap
RSA UGM, jelang akhir tahun 2025

Komentar
Posting Komentar