Nasi Box Oleh - Oleh

Bertahun lewat, Bapak maupun Ibu sering membawakan kami, anak - anaknya nasi kotak maupun snack box saat pulang dari acara. Sebagai pengajar, perangkat desa dan keterlibatan dalam banyak organisasi, Bapak lumayan sering menghadiri rapat maupun acara silaturahmi. Demikian juga Ibu

Sekotak nasi beserta lauk, jatah makan beliau di acara tersebut. Kami anaknya ada 5 orang, berbagi sekotak nasi tersebut dengan riang. Lauk ayam bakar maupun goreng lengkap dengan lalap dan sambal adalah menu yang jarang ada di meja makan kami, meskipun ayam di kandang belakang cukup banyak.

Secuil ayam per anak dan sedulit sambal akan menjadi teman nasi sepiring penuh. Kami melahapnya dengan riang tanpa berpikir, apa yang dimakan bapak dan ibu saat teman - temannya makan di acara?

Ketika sudah bekerja, saya seperti mengulang life circle yang sama. Jika ada acara kantor, saya selalu sempatkan membawa pulang jatah konsumsi. Kadang adalah jatah saya, tapi seringnya saya bungkuskan sendiri dengan porsi sesuai yang saya makan. Biasanya saya lebihkan juga jika by phone ada request khusus dari anak di rumah 

Saya ingin mereka mendapat makanan yang sama, seperti yang saya makan sebagai penebusan rasa bersalah saya yang meninggalkan mereka di rumah, untuk bekerja. Di samping ada rasa tidak tega jika mengonsumsi makanan yang saya pikir anak - anak di rumah akan suka jika mendapatkannya.

Namun itu tidak berlaku jika acara kantor ada di luar kota. Jika demikian, sepulang tugas biasanya saya ajak mereka ke resto serupa. Saya juga sering menyelipkan cerita bagaimana simbah mereka membawakan oleh - oleh konsumsi rapat atau acara untuk anak2nya di rumah.

Dan hari ini, whatta surprise, anak mbarep saya yang masih kuliah, pulang membawakan nasi kotak dan snack box dari sebuah acara. Si bujang ini memang cukup aktif dalam kepanitiaan beragam acara di kampus. Sering kali mengirimkan foto dokumentasi kegiatannya saat di sebuah acara, termasuk konsumsi apa yang dia dapat sebagai panitia.

Sesekali saya becanda untuk minta dibawakan pulang sebagian konsumsi tersebut, yang tentu saja hanya sekedar candaan. Karena saya pernah di posisi tersebut saat kuliah dan tahu betapa semua kebutuhan acara kampus adalah dicukup - cukupkan sedemikian rupa dan ada pertanggungjawaban yang cukup ketat.

Di samping itu, membawa pulang jatah konsumsi kadang memerlukan sedikit effort. Mesti mencari plastik pembungkus, menghadapi pandangan aneh, pertanyaan - pertanyaan spontan dari teman dll yang memerlukan mental yang cukup kuat terutama bagi para laki - laki belasan tahun. 

Lain jika pelakunya emak - emak atau bapak - bapak. Sebagian besar orang biasanya akan memakluminya 

Soooo...entah bagaimana kejadiannya, sehingga dia bisa membawa pulang nasi box, saya sangat mengapresiasi "oleh2" si mbarep saya hari ini. Walaupun masakan saya jadi tak terjamah. 

Saya baru akan bertanya besok pagi. Karena si pembawa nasi box langsung terkapar di kamar setelah sehari semalam menjadi panitia acara.

Dan terpikirkan...ternyata pepatah anak meneladani ortunya itu relate bangettt 😅

Makasih ya, Le 


Maguwo, Des 2025



Komentar