MENANG SEBELUM UJIAN
Sore ini bungsuku nampak sibuk.
Lama berada di ruang belajar, bagian depan rumah yang saya beri alas karpet. Tanpa meja belajar, hanya rak buku, alat tulis dan clipboard.
Sesekali saya memanggilnya dari kamar karena merasa heran dan kehilangan. Jika di rumah, aktivitas kami berdua lebih banyak di kamar. Unless saya harus ke dapur atau pekerjaan rumah lainnya. Selebihnya, kamar menjadi tempat nyaman kami.
Jadi ketika sore itu dia lama meninggalkan saya di kamar sendirian, rasanya aneh. Tapi rasa aneh tertutup kantuk yang lebih dominan, jadi tak ada kehendak saya menengok aktivitasnya.
Untuk persiapan belajar UAS ( Ulangan Akhir Semester ) esok, kami punya perjanjian. Pulang sekolah kami akan santai, hingga start belajar pukul 15.00, setelah ashar. Karena cukup banyak materi ulangan untuk jdwal esok. IPS dan Matematika. Rada gemeter juga ngebayangin harus menyiapkan hapalan sekaligus hitungan. Ditambah lagi 90% teman kelasnya langsung mengikuti les tambahan sepulang dari sekolah.
Tapi memang demikian komitmen kami berdua. Tanpa les tambahan, tapi dia harus menurut dan disiplin dengan aturan tidak tertulis yang kami tetapkan berdua terkait pembelajaran di rumah.
Hingga 16.30 dia akhirnya masuk kamar, menunjukkan hasil kegiatannya selama di ruang belajar
Him : Ibuk aku bikin ini ( sambil menunjukkan kertas ukuran 1/4 dari kertas A4 bertuliskan catatan )
Me : Apa ini Le?
Him : ini namanya flashcard. Aku bikin ringkasan per topik di kisi - kisi bahan ulangan besok
Me : oohh gitu, jadi dari tadi bikin ini ya..pantesan lama ( sambil ngebolak balik tumpukan berlembar - lembar kertas kecil bikinannya )
Him : Iya, nanti malam aku tinggal baca - baca lagi tanpa harus buka buku
Me : wow great, good idea, Le ( masih bengong dan takjub dengan inisiatifnya )
Him : aku lihat di youtube, jadi aku ikutan. Coba deh ibuk browsing
Aduh Le, kamu menyadarkan ibuk bahwa dunia ini dinamis dan kita bisa obsolete jika tidak menyesuaikan diri dengan mengupgrade pengetahuan. Makasih ya
Mungkin sebagian kita yang udah berumur ( bukan tua ya hehehe ), tidak asing dengan flashcard ini. Kartu kecil yang berisi ringkasan suatu hal. Biasanya ada visual dan berupa infografis singkat. Misal petunjuk pengaktifan simcard, resep masakan dll. Atau sering ditemui juga dalam media pembelajaran untuk anak di kelompok bermain dan TK.
Nah di sini, dia membuat ringkasan pelajaran dari kisi - kisi soal yang akan diujikan. Untuk hal ini dia perlu :
1. Mencari info materi yang akan diujikan
2. Membaca dan meringkas poinnya
3. Menuliskannya secara manual di kertas yang dia siapkan
4. Membaca dan mengecek kembali untuk melihat apakah masih ada yang kurang tepat
Okay, at least ada lebih dari 3 panca indra dan organ tubuh yang dia gunakan. Otak untuk memikirkan ide dan materi, mata untuk membaca dan memindai, tangan untuk menulis dan hati untuk membangkitkan kemauan dan semangat.
Bagi saya ini keren sekali. I really appreciate untuk inisiatif dan ikhtiarnya. Jadi kalau besok hasil ulangannya kurang memuaskan, bagi saya itu hanya hal kecil dibandingkan semua usahanya ini. Kemampuannya untuk memikirkan itu semua dan mewujudkannya bagi saya valuenya melebihi nilai ulangan dan raportnya nanti.
Selamat ya, Biru. Ibuk rasa kamu sudah menang di UAS kali ini
Semoga lelahmu menjadi lillah.
Terima kasih untuk effortmu. Semoga hasil terbaik yang kamu dapat, saat ini maupun kelak.
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar